SPENSA- Ekstrakulikuler KIR (Karya Inovatif Remaja) di SMP Negeri 1 Rembang kembali melakukan penelitian dengan bahan yang ada disekolah. Memanfaatkan bahan yang ada disekolah menjadikan sebuah ini yang luar biasa menjadi makanan yang berharga.

Biasanya tempe terbuat dari bahan dasar kedelai, kali ini Tim KIR Spensa mengolah tempe dari bahan yang ada disekolah yaitu biji ketapang. Banyak sekali biji ketapang yang berjatuhan disekolah namun belum dimanfaatkan. KIR spensa juga sudah uji protein biji ketapang setelah dibuat menjadi tempe.

Cara pembuatan tempe dari biji ketapang (Terminalia catappa) yaitu:
1) Alat dan bahan Alat : Panci, tampah, wadah perendaman, plastik atau daun, dan serbet. Bahan : Biji ketapang 250 gram, ragi tempe 0,5 gram, dan air secukupnya.

2) Cara kerja
a) Bersihkan biji ketapang (Terminalia catappa) hingga bersih.
b) Rendam biji ketapang (Terminalia catappa) selama satu malam atau 24 jam supaya kulitnya mudah lepas.
c) Rebus biji ketapang (Terminalia catappa) dalam dandang selama 30 menit.
d) Kupas kulit arinya dengan menggunakan tangan dan cuci hingga bersih.
e) Kukus biji ketapang (Terminalia catappa) selama 30 menit. Angkat dan dinginkan dalam tampah .
f) Setelah dingin, dicampur dengan ragi tempe sebanyak ½ gram.
g) Masukkan campuran tersebut dan bungkus dengan daun pisang. Tutup tempe yang telah dibungkus dengan daun pisang dengan serbet supaya menjadi hangat. Setelah satu malam jamur mulai tumbuh dan keluar panas.
h) Ambil tempe yang dibungkus dengan daun pisang dan biarkan selama satu malam.
i) Keluarkan tempe dari serbet.

Uji protein pada tempe biji ketapang (Terminalia catappa) menggunakan reagen biuret. Reagen biuret dapat digunakan untuk mengetahui adanya kandungan protein pada bahan makanan. Reagen biuret adalah larutan berwarna biru yang ketika bereaksi dengan protein akan berubah warna menjadi merah muda sampai ungu. cara uji protein sebagai berikut:
1) Alat dan bahan Alat : Cawan petri, pipet, mortar dan alu (pestle), gelas kimia, tabung reaksi, dan rak tabung reaksi.
2) Bahan : reagen biuret dan tempe biji ketapang (Terminalia catappa)

3) Cara kerja :
a) Sediakan 10 gram tempe biji ketapang (Terminalia catappa).
b) Hancurkan tempe biji ketapang (Terminalia catappa) dengan mortar dan pistil.
c) Tambahkan sedikit air untuk memudahkan penghancuran.
d) Masukkan 2 gram tempe biji ketapang (Terminalia catappa) ke dalam tabung reaksi.
e) Tetesilah tempe biji ketapang (Terminalia catappa) dengan biuret.
f) Catat warna dasar tempe biji ketapang (Terminalia catappa) dan warna reagen biuret.
g) Dengan menggunakan pipet, secara hati-hati tambahkan 3 tetes reagen biuret untuk masing-masing tabung. Kocok perlahan-lahan untuk mencampur.
h) Jangan terlalu kuat dalam mengocok untuk mencegah campuran tumpah keluar tabung, usahakan campuran bahan uji dan biuret jangan sampai terkena tangan secara langsung (Zubaidah S, 2017)

Uji organoleptik pada tempe biji ketapang (Terminalia catappa) Uji organoleptik merupakan pengujian terhadap makanan dengan menggunakan indra manusia sebagai alat utama untuk pengukuran terhadap produk. Guna mengetahui tingkat penerimaan konsumen dilakukan dengan uji organoleptik yang meliputi parameter rasa, warna, dan tekstur. Untuk menguji kesukaan ini dipakai 20 orang panelis tak terlatih. Skala kesukaan yang digunakan untuk menilai tempe biji ketapang (Terminalia catappa) dapat dilihat pada tabel berikut.

Berdasarkan percobaan biji ketapang dapat dibuat tempe, dan berdasarkan uji protein pada biji ketapang (Terminalia catappa) didapatkan hasil bahwa biji ketapang (Terminalia catappa) mengandung protein, dan berdasarkan uji organoleptik peneliti menggunakan indikator rasa, warna dan tekstur.

Tabel 4.1. uji protein pada tempe biji ketapang ( Terminalia catappa ).
Tabel 4.2. uji organoleptik pada tempe ketapang (Terminalia catappa ).
Tabel 4.3. uji organoleptik pada tempe kedelai (Glycine max).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *