SPENSA- Kegiatan esktrakurikuler KIR (Karya Ilmiah Remaja) di SMP Negeri 1 Rembang melakukan penelitian mengubah sampah daun ketapang menjadi briket arang untuk bahan bakar. Briket arang merupakan bahan bakar padat dengan bentuk dan ukuran tertentu, yang tersusun dari partikel arang halus yang telah mengalami proses pemampatan dengan daya tekan tertentu, agar bahan bakar tersebut lebih mudah ditangani dalam pemanfaatannya.

Pembuatan briket arang dapat memberikan beberapa keuntungan, diantaranya merupakan bahan bakar yang dapat diperbaharui dan ramah lingkungan, kerapatan arang dapat ditingkatkan sehingga volumenya dapat diperketat, serta bentuk dan ukuran briket arang dapat disesuaikan dengan keperluan sehingga dimungkinkan untuk dikembangkan secara masal dalam waktu yang relatif singkat mengingat teknologi dan peralatan yang digunakan relatif sederhana.

Banyak sekali sampah daun yang ada di SMP Negeri 1 Rembang terutama sampah daun ketapang. dari banyaknya sampah kemudian kami berinisiatif untuk melakukan percobaan membuat briket arang dari sampah daun ketapang tersebut. kenapa daun ketapang? karena jika dibakar akan menjadi abu jadi tidak akan kembali menjadi sampah.

Proses pembuatan briket arang dari daun ketapang memang sangatlah memakan waktu yang lama, namu dengan adanya pengolahan tersebut daoat mengurangi sampah daun ketanga disekolah kami. Mari kita lakukan sesuatu hal yang bermanfaat dan berkarya tanpa batas.

Cara pembuatan briket arang dari daun ketapang dilaksanakan dengan peralatan sangat sederhana sekali karena menggunakan peralatan disekitar lingkungan, antaralain:
Bahan dan Alat :
a. Sampah daun ketapang kering/setengah kering
b.Tepung dari bahan ketela (tepung kanji)
c. Tong dari bahan besi/seng (bekas tempat cat ukuran 1 pil) beserta tutupnya
d. Saringan kawat nyamuk
e. Antan/alat tumbuk
f. Lumpang batu
g. Cetakan arang dari palaron ukuran 1” ukurang panjang 10 cm
h. Wadah plastic
i. Air secukupnya

Cara Pembuatan
a. Pilih daun ketapang yang sudah kering (tapi jangaan tterlalu kering sekali) dan bakar daun ketapang tersebut pada tong besi. Setelah beberapa saat sebelum api membesar tong ditutup sehingga tidak banyak udara yang masuk. Sebab bila banyak udara yang masuk sisa pembakaran daun menjadi abu (tidak jadi arang).

Gambar 1.Pohon ketapang dan daun ketapang yang ada di lingkungan SMPN 1 Rembang.


Gambar 2.Tong untuk tempat pembakaran

b. Biarkan beberapa jam baru tutup dibuka dan arang dari daun ketapang sudah jadi. Ciri daun ketapang jadi arang adalah sisa pembakaran daun tidak hancur halus (jadi abu) tapi masih berbentuk daun atau potongan daun berwarna hitam.
c. Daun Ketapang yang sudah menjadi arang ditumbuk menggunakan alat tumbuk/ antan dan lumpang batu. Lalu, saring hasil tumbukan tersebut dengan menggunakan saringan kawat nyamuk sehingga dihasilkan arang daun ketapang yang sangat halus.

Gambar 3. Hasil daun ketapang yang sudah dibakar lalu ditumbuk dan disaring menggunakan saringan kawat nyamuk

d. Buatlah adonan lem menggunakan tepung kanji. Tepung kanji merupakan tepung yang terbuat dari sari pati singkong atau ketela pohon. Cara membuat lem dari tepung kanji yaitu:
1. Panaskan terlebih dahulu air sampai mendidih
2. Lalu tambahkan tepung kanji sedikit demi sedikit
3. Aduk secara perlahan pada air yang sudah mendidih tersebut.
e. Setelah lem dibuat, campurkan arang yang sudah dihaluskan dengan lem tepung kanji dengan perbandingan 3:1. Misalnya 3 wadah arang dicampurkan dengan 1 wadah lem lalu diaduk sampai rata betul.

Gambar 4. Arang yang sudah dicampur dengan lem tepung kanji

f. Adonan arang yang sudah dicampur dengan lem tepung kanji, dicetak menggunakan paralon ukuran 1” dengan panjang 10 cm, dengan cara adonan dimasukkan kedalam paralon kemudian ditekan/dipadatkan baru dikeluarkan dari cetakannnya. Adonan yang sudah dicetak akan
berbentuk tabung.
Untuk bentuk cetakan dan arang yang akan dihasilkan bebas sesuai selera pembuat tidak harus bulat/seperti tabung.

Gambar 5. Proses mencetak arang menggunakan paralon

g. Arang yang sudah dicetak menggunakan paralon, dikeringkan dibawah sinar matahari kurang lebih 2-3 hari.

Gambar 6. Hasil cetakan arang dan proses pengeringan

h. Uji coba bakar pada arang briket daun ketapang yang sudah melewati proses pengeringan.

Gambar 7. Proses uji coba bakar pada arang Bb

i. Arang briket siap digunakan, sebagai pengganti energi alternativ (mengurangi penggunaan gas LPJ dan energi lain).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *